Selasa, 04 Desember 2012

Tutorial belajar dasar microsoft Excel


Menggabung dan Memecah Sel pada tabel
Beberapa sel dalam suatu baris dapat kamu gabung menjadi satu sel.
Langkah-langkah menggabung beberapa kelompok sel menjadi satu sel sebagai berikut.
1. Pilih atau tandai sel yang akan digabung.
2. Klik menu bar Table -> Merge cells atau, klik tombol Merge cells di toolbar tabel.
3. Klik tombol OK.
Sel akan bergabung. Apabila sel tidak kosong, isi masing-masing sel diubah menjadi paragraf.
Langkah-langkah membagi sel dalam beberapa baris atau kolom sebagai berikut.
1. Tandai sel atau beberapa sel pada posisi kamu akan menambahkan sel. Jumlah sel harus sama dengan yang akan kamu tambahkan.
2. Klik menu bar Table -> Split Cells.
3. Tampil kotak dialog Split Cells.
4. Tentukan jumlah sel akhir hasil pembagian pada tombol daftar isian Split cell into.
Pada bagian Direction tentukan arah pembagian sel:
a. Horizontally, membagi sel dalam beberapa baris baru secara mendatar, Beri tanda pada kotak pilihan Into Equal Proportions untuk membagi sel ke dalam beberapa baris yang sama tingginya.
b. Vertically, membagi sel dalam beberapa kolom baru secara Tegak.
5. Tentukan jumlah sel akhir pada sel yang telah ditandai, pada bagian tombol daftar isian Split cell into. Memberi tanda silang pada kotak isian Into Equal Proportions akan memberikan lebar kolom sel tidak sama.
6. Klik tombol OK untuk melaksanakan pembagian sel.
1.    Memecah Sel Secara Mendatar
Langkah-langkah membagi satu menjadi beberapa sel secara mendatar adaiah sebagai berikut.
a. Pilih sel yang akan dibagi.
b. Klik menu bar Table -> Split Cells, atau  klik tombol Split Cells pada toolbar.
c. Tampil kotak dialog Split Cells.
d. Tentukan jumlah sel akhir pada sel yang telah ditandai, pada tombol daftar isian Split cell into.
e. Pilihlah arah mendatar (horizontally).
6. Sel akan pecah secara horizontal menjadi tiga sel.
7. Klik tombol OK.
2.    Memecah Sel Secara Tegak
Langkah-langkah membagi satu sel menjadi beberapa sel secara tegak adaiah sebagai berikut.
a. Pilih sel yang akan dibagi.
b. Klik menu bar Table -> Split Cells, atau klik tombol Split Cells pada toolbar.
c. Tampil kotak dialog Split Cells.
d. Tentukan jumlah sel akhir pada sel yang telah ditandai, pada tombol daftar isian Split cell into.
e. Pilihlah arah tegak (vertically).
f. Sel akan pecah secara horizontal menjadi dua sel.
Selanjutnya Klik tombol OK.
Mengurutkan Data pada Tabel
Mengurutkan data berupa teks, angka dan tanggal dalam sebuah tabel dengan menggunakan teknik pengurutan menaik atau menurun dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
Langkah-langkah mengurutkan data dalam tabel melalui menu bar sebagai berikut.
1. Tandai data-data dalam tabel yang akan diurutkan
2. Berikan perintah Table -> Sort.
3. Tampil kotak dialog Sort
4. Pada bagian Sort criteria digunakan untuk menentukan kriteria pengurutan data sesuai dengan kombinasi kunci pengurutan dengan memberi tanda       pada kotak pilihan Key 1, Key 2, dan Key 3.
Setiap kunci pengurutan memiliki kotak isian kriteria sebagai berikut.
a. Column
Sebagai kolom atau baris referensi pengurutan data, keterangan label. Kolom ini akan berubah menjadi row jika kamu memiliki Columns pada bagian Direction. Tentukan nilai kolom atau baris yang kamu kehendaki sebagai referensi.
b. Key Type
Menentukan jenis data kolom referensi, ada dua pilihan yaitu jenis data Alphanumeric atau Numeric.
c. Order
Menentukan teknik pengurutan. Ada dua pilihan yaitu:
Ascending, untuk teknik pengurutan menaik, dari kecil ke besar (A ke Z).
Descending, ntuk teknik pengurutan menurun, dari besar ke kecil (Z ke A).
5. Direction
Digunakan untuk menentukan arah pengurutan.
Column, kriteria pengurutan berdasarkan nomor baris.
Row, kriteria pengurutan berdasarkan nomor kolom.
6. Language
Bahasa dasar untuk pengurutan data, setiap bahasa memilih aturan pengurutan data sendiri.
7. Match case
Digunakan untuk membedakan data dengan huruf besar atau huruf kecil dalam pengurutan.
8. Separator
Tanda pemisah yang digunakan dalam memisahkan suatu kolom dengan kolom berikutnya.
9. Klik tombol OK untuk melaksanakan pengurutan Jika kamu salah mengurutkan, batalkan proses pengurutan dengan perintah Edit -> Undo, Klik ikon Undo atau dengan menekan Ctrl + Z.
Cara lain yang lebih cepat dan efektif mengurutkan data adalah melalui toolbar dengan cara sebagai berikut.
1. Letakkan titik sisip pada kolom yang akan diurutkan.
2. Klik ikon Sort di toolbar tabel.
3. Kemudian akan tampil kotak dialog Sort.
Selanjutnya cara atau langkah-langkahnya sama dengan mengurutkan tabel melalui menu bar.

Senin, 03 Desember 2012

Membuat Foto Menjadi Kartun



Tutorial Photoshop Bagaimana Membuat Foto Tampak Seperti Kartun Didalam Komik
Buka Foto Model Yang Akan Kita Jadikan Bahan Praktek. Disini Saya Menggunakan Foto Mantan Pacar Saya Yaitu Avril Lavigne Jika Kamu Mau Pakai Ini Juga Silahkan Download Disini Lalu Buka Dengan Sotosop Nya
Selanjutnya Gandakan Layernya Dengan Menekan CTRL + J Pada Keyboard
Selanjutnya Buka Menu Filter - Blur - Gaussian Blur Lalu Atur Untuk Nilai Radius 5.0 Px Lalu Tekan Ctrl + I (Invert) Pada Keyboard
Ubah Blending Modenya Menjadi Color Dodge
Selanjutnya Buka Menu Layer - New Adjustment Layer - Threshold Akan Muncul Sebuah Window Klik Ok Aja Lalu Isikan 245 Pada Threshold Level Nya Maka Gambar Akan Terlihat Seperti Dibawah Ini
Aktifkan Brush Tool Dan Atur Warna Foreground Nya Dengan Warna Hitam Lalu Usapkan Pada Titik Atau Garis Hitam Yang Tidak Kita Perlukan Sehingga Gambar Kelihatan Lebih Rapi Seperti Gambar Dibawah Ini
Selanjutnya Buat Sebuah Layer Baru (Shift + Ctrl + N)Lalu Aktifkan Brush Tool Lalu Seperti Belajar Mewarnai Saat TK Lakukan Juga Pada Layer Yang Baru Tersebut Agar Lebih Mudah Kita Ubah Terlebih Dahulu Blending Mode Layernya Menjadi Mutiply
Buat Lagi Sebuah Layer Baru Lalu Dengan Menggunakan Brush Tool Atur Warna Foreground #Efd4c3 Usapkan Pada Bagian2 Yang Saya Tandai Dibawah Ini Sehingga Bagian Yang Saya Tunjuk Tadi Tidak Kelihatan Lagi Atau Menyatu Dengan Warna Kulit
Lanjut Lagi Gandakan Layer Backgroundnya Lalu Letakkan Pada Posisi Paling Atas

Atur Warna Foreground Hitam Dan Background Putih Lalu Buka Menu Filter - Sketch - Halftone Pattern Lalu Atur Propertis Nya Seperti Gambar Dibawah Ini Lalu Kli OK
Ubah Blending Mode Layernya Menjadi Overlay
Dan Beginilah Hasil Akhirnya 

Sebagai Tambahan Coba Kalau Blending Modenya Yang Overlay Diganti Dengan Beberapa Blending Mode Lain Seperti Multiply, Hard Light, Linear Light Maka Hasilnya Ga Kalah Bagus Dengan Yang Tadi

Minggu, 02 Desember 2012

membuat foto karikatur dengan photoshop


1. Buka file foto yang hendak kita edit. File-Open.


foto yang akan diedit sebaiknya jenis foto dengan angle (arah pengambilan foto) dari depan.

2. Kemudian lakukan retouching pada bagian wajah, dengan 
Clone Stamp Tool kita buat wajah semakin halus.


Aktifkan Clone stamp tool atau tekan (S). tekan Alt dan klik pada permukaan wajah yang halus dengan daerah komposisi warna yang agak sama. Lepas Alt dan sapukan pada daerah wajah yang berbintik-bintik. Lakukan alt dan Klik lagi bila pada daerah dengan komposisi warna yang sudah beda. (cloning pada dearah gelap tidak pada daerah terang)


Kalo hasilnya mukanya terlalu bopeng (rata semua), lakukan Burning dibagian yang terlihat gelap agar mendapatkan kembali bentuk wajah aslinya.


3. Setelah Retouching pada wajah, maka didapatkan wajah yang halus dan terlihat seperti 3D modeling efect (karakter kartun 3D).
 


Kemudian lakukan stretching pada gambar. Potong bagian kening ke atas dengan marquee tool.
 

Dan tekan control+T, klik kanan dan pilih Distort.

Lalu enter dan kepalanya jadi agak gede.

4. Sekarang kita pilih 
Filter- Liquify.
Pilih Forward Warp Tool. Dan lakukan tarik menarik pada wajah yang ingin dibentuk.

Warp tool bisa dicoba satu2, dan bentuk wajah sperti karet. Usahakan tonjolkan pada bagian wajah yang lebih identik.
Pada foto ini,saya tonjolkan bentuk muka, mulut dan matanya.




5. Bagi foto menjadi 2 bagian, kepala dan badan. Titik potong pada leher dan lakukan warping/stretching pada 2 bagian tersebut.
 
Pada Leher:
Pada kepala:
 Sambungkan kepala dan badan:


6. Kemudian pilih 
Filter- Artistic- Dry Brush. Setting komposisi brush size=1, brushdetail=10, texture=2, dan klik icon new effect layer dibagian kanan bawah.

Kemudian pilih efek Rough Pastels dengan komposisi

Pastikan texture= Burlap dan centang Invert.
(komposisi dapat diatur sesuai selera dan hasil yang diinginkan).

7. Tambahkan pernak-pernik hiasan pada gambar sebagai pemanis. Tambah Shadow pada setiap tepi wajah, biar dapat sentuhan animasinya. Dan bila ingin warna yang lebih pas tekan Ctrl+L atur sesuka hatimu. 

Lihat hasilnya.

Sabtu, 01 Desember 2012

Mengubah Email Default WordPress



Secara default WordPress menggunakan email seperti ini: wordpress@domain-anda.com ketika mengirimkan email-email kepada kita seperti email ketika ada komentar yang perlu dimoderasi, email lupa password, dll. Nah, dengan sedikit trik kecil, kita bisa mengubah nama pengirim dan emailnya dengan kode ini. Seperti biasa, masukkan di file functions.php ya:


  1. add_filter('wp_mail_from''new_mail_from');  
  2. add_filter('wp_mail_from_name''new_mail_from_name');  
  3.   
  4. function new_mail_from($old) {  
  5.  return 'email@domain-anda.com';  
  6. }  
  7. function new_mail_from_name($old) {  
  8.  return 'Nama Anda';  
  9. }  
Nah, silahkan ganti email@domain-anda.com dengan email yang anda kehendaki dan Nama Anda dengan nama yang anda kehendaki. Sekarang cobalah untuk forgot password dan lihat siapa yang mengirimi anda email sekarang 

Jumat, 30 November 2012

Bikin Tema WP: Layout


Jika kemarin anda sudah belajar menentukan zona-zona di blog termasuk juga membuat desain sementara blog. Saat-nya kita mengatur wilayah tiap zona. Seperti diketahui, kemarin kita cuma memberi nama saja zona-zona yang ada menggunakan tag DIV. Nah, hari ini kita akan menentukan lebar masing-masing zona lengkap dengan tata letaknya sehingga tampilannya nanti akan mendekati design awal kita.

Untuk itu, kita akan buka kembali file index.php dan meminta file tersebut untuk mengakses file style.css yang akan menjadi pemandu dalam tata letak dan tampilan blog nanti. caranya gimana? Perhatikan baris 1 -4 di file index.php yang sudah kita buat kemarin. Disana terlihat kode seperti ini:
  1. <html>  
  2.    <head>  
  3.       <title>Theme Ujicoba</title>  
  4.    </head>  

Nah, untuk memanggil style.css, kita tinggal menambahkan sebaris kode ini sebelum tag</head>:
  1. <link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="<?php bloginfo( 'stylesheet_url' ); ?>" />  

Disana terdapat sebuah fungsi WordPress yaitu bloginfo. Fungsi ini berguna untuk menampilkan informasi blog termasuk nama, deskripsi, rss, dll. Karena kita akan memanggil file style.css theme, maka kita gunakan perintah <?php bloginfo( 'stylesheet_url' ); ?>
Simpanlah file index.php yang sudah kita tambahin style. Biar jelas, hasil akhir kodenya nanti akan seperti ini:
  1. <html>  
  2.    <head>  
  3.       <title>Theme Ujicoba</title>  
  4.       <link rel="stylesheet" type="text/css" media="all" href="<?php bloginfo( 'stylesheet_url' ); ?>" />  
  5.    </head>  

Sampai sini paham ya?
Oke, berikutnya kita beralih ke style.css dan mulai menentukan luas wilayah tiap-tiap zona. Zona awal yang kita tentukan adalah wrap. Fungsi zona ini untuk menentukan luas wilayah keseluruhan blog. Ibaratnya, ini pagar paling luar lah. Masukkan ini di baris paling bawah style.css
  1. #wrap {  
  2.   border:solid 1px #000;  
  3.   width:900px;  
  4.   margin:0 auto;  
  5.   padding:10px;  
  6.   }  

Sekarang simpan dan coba lihat blog anda. Harusnya sudah ada garis hitam di batas terluar teritori blog. Dan kotaknya tepat berada di tengah-tengah browser. Dari perintahnya kira-kira jelaskan? border untuk nentukan garis tepi, width=lebar, margin jarak antara border dengan tepi browser atau elemen lain. Padding untuk menentukan jarak antara border dengan tulisan.
Seharusnya tampilan blog anda akan seperti ini (klik untuk memperbesar):
Makin seru ya? Yuk, kita tangani bagian headernya. Untuk header ini, kita tentukan saja tingginya. Nantinya bisa kita isi juga lho dengan gambar. Tapi untuk sementara kita bikin jarak dulu biar ndak puyeng :) lagi-lagi tambahkan kode ini di bagian paling bawah style.css lalu simpan
  1. #header {  
  2.   height:120px;  
  3.   background:#cccccc;  
  4.   }  

Ada 2 perintah lagi yang kita masukkan yaitu height untuk menentukan tinggi header. Dalam contoh diatas saya buat 120 pixel. Untuk lebarnya tidak kita tentukan karena dia akan mengikuti wrap yang sudah kita tentukan di atas tadi. Kemudian perintah background adalah menentukan latar belakang zona header ini. Dalam contoh ini saya buat warna abu-abu. Untuk kode-kode warna lain, anda bisa lihat di: html-color-codes.com
Harusnya sekarang kalau direfresh blog anda, maka akan ada box abu-abu di bagian headernya. Tidak usah screen shot ya? Udah bisa bayangkan kan? Kalau belum ya lihat aja blog anda sendiri.. xixixi..
Berikutnya adalah bagian content. Untuk maincontent kita cuma akan berikan perintah untuk mengambil jarak 10px dari header sehingga kelihatan putih wilayahnya nanti akan mengikuti isinya yaitu content dan sidebar. Kita langsung kerjakan ketiganya ya di style.css
  1. #maincontent {  
  2.   margin-top:10px;  
  3.   }  
  4. #content {  
  5.   width:590px;  
  6.   background:#FFCC00;  
  7.   float:left;  
  8.   }  
  9. #sidebar {  
  10.   width:300px;  
  11.   background:#FF9900;  
  12.   float:left;  
  13.   margin-left:10px;  
  14.   }  

Ada satu perintah tambahan lagi yaitu float:left;. Perintah ini dipakai untuk membuat elemen dibawahnya mengalir ke sebelah kanan. Maksudnya left adalah elemen yang bersangkutan ada di kiri dan yang lain ada di kanan :)
Jika lihat blog anda sekarang, harusnya bagian tengah sudah terpecah jadi dua bagian. Untuk content dan untuk sidebar. Yuk, kita terusin lagi menambahkan style untuk zona lebar, kiri dan kanan yang ada di dalam sidebar
  1. #lebar {  
  2.   background:#FF3300;  
  3.   margin-bottom:10px;  
  4.   }  
  5. #kiri {  
  6.   background:#660000;  
  7.   width:145px;  
  8.   float:left;  
  9.   margin-right:10px;  
  10.   }  
  11. #kanan {  
  12.   background:#660000;  
  13.   width:145px;  
  14.   float:left;  
  15.   }  

Perintahnya udah ngerti semua kan? Gak ada yang baru :) Kalau dilihat sekarang, mustinya sudah mulai mirip deh desain blog kita. Cuma masih warna-warni.. hehehe.. Gpp, ini biar anda lebih mudah melihat elemen-elemennya. Untuk footernya kita biarkan aja gitu ya? Dan inilah hasil akhirnya sampai pelajaran ini
Oke, biar ada waktu untuk praktek, silahkan deh dicoba dulu di rumah. Insya Allah besok kita lanjutin dengan perintah-perintah yang lebih keren lagi